Tampilkan postingan dengan label Pesona Indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pesona Indonesia. Tampilkan semua postingan

Minggu, 04 September 2016

Banten Refting Ciberang



Gajrug, Lebak – banten dikenal dengan daerah yang sepi karena letaknya yang secara geografis jauh dari keramaian kota dan hiruk-pikuknya. Buktinya jika seseorang mendengar kota ‘’ Gajrug ‘’ yang teringat hanya 3 kata, yatu jauh, sepi dan memabukkan. Bagaimana tidak ‘’ memabukkan’’ rute yang ditempuh memang mudah, cukup satu arah tapi butuh kesabaran dan niat yang kuat untuk sampai ke daerah tersebut. Siapa sangka siapa nyana di tengah-tengah keheningan alam, ditengah-tengah mindset masyarakat yang menyebutkan daerah Gajrug jauh dari Pesona keindahan alam justru menghadirkan sejuta warna cerita yang saya sendiri bingung bagaimana menggambarkan keindahan itu jika hanya lewat sebuah tulisan. Kalau saja pintu doraemon itu nyata mungkin akan saya kunjungi satu persatu para pembaca untuk saya ceritakan secara detail dan saya ekspresikan ulang bagaimana terkejut dan bahagianya saya saat itu. heheheh   
Awalnya saya juga belum tahu persis tentang tempat ini hanya sekedarnya dan sering mendengar namanya saja dari mulut ke mulut. Tapi sejak hari itu tempat ini justru memiliki kenangan tersendiri dalam memori terdalam saya.
 ‘’ jam 08.00 kumpul di alun-alun Pandeglang yah ‘’ itu kalimat yang saya masih ingat betul di malam sebelum hari itu, saat menentukan waktu keberangkatan ke Cipanas bersama teman-teman terbaik saya. Dan setelah itu hilang tidak ada kabar, ternyata  jauh dari prediksi beberapa teman masih ada yang berkendala macet karena memang rumahnya yang berbeda kota diantara kami ber-lima. Niat hati berangkat sepagi mungkin untuk menghindari macet malah nganter nyawa ikut nikmatin macet karena kesiangan.  Tanpa pikir panjang kami ber-lima dan beberapa kerabat berangkat pukul 11.00 dari Kota Rangkasbitung.
‘’ ini bener nih kita ke Cipanas udah siang gini, tau sendiri jalanya gimana ‘’
‘’ nyampe kok nyampe selow aja ‘’
Diskusi kecil sempat menemani perjalanan kami tapi kami tetap kembali ke niat awal kami untuk tetap berangkat. Tapi percaya nggak percaya waktu itu saya belum ‘’engeuh ‘’ kalau tempat yang dituju adalah daerah Cipanas sampai lewat daerah pasar Gajrug. Walhasil jalan yang berkelok-kelok ( saya bingung menggambarkannya seperti apa lewat kalimat ) yang jelas jalanya berkelok full sampai tempat tujuan. Biasanya pengendara sepeda motor anti dengan mabok, tapi tidak bagi saya. Hehehe. Akhirnya di tengah jalan sedikit menarik napas dan tuker posisi jadi penumpang dulu.
Banten Refting Ciberang mengikuti kejuaraan DUNIA. Sebuah banner berukuran besar menyambut kedatangan kami. Rasanya lelah dan jauhnya perjalanan ini terobati sesampainya di sana. Alran sungai yang deras membelah bebatuan sungai siap jadi teman kami refting. Gemercik air gunung nan asri siap basahi semangat libur lebaran kami di hari itu. Satu orang dikenakan biaya sekitar 150-250 ribu + snack+ kelapa muda dan juga bahan bakar perut alias makan. Jadi recomended banget buat para pembaca yang seneng nge-trip berbudget kejepit, hehehe.
Tempatnya menantang, seru dan yang pasti bersahabat banget sama alam. Perjalanan panjang dan mabok-mabokannya terbayar deh pokoknya. Oh iya satu lagi ...kita bisa teriak-teriak bareng disana. Teriak se-kenceng-kenengnya, se-gila-gilanya deh.
See you there ya Readers...